Tuesday, July 15, 2008

Apa guna (ber) Agama ?

Setiap tahun Indonesia 'mencetak' Haji baru, setiap tahun umat Islam digembleng sebulan penuh dengan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, namun itu semua seperti tidak ada sumbangsihnya terhadap ketertiban masyarakat dan kebersihan birokrat.
Mari kita lihat jalanan di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia, semuanya serba tidak tertib, serba berantakan, sementara sampai saat ini Indonesia masih mempertahankan predikat sebagai salah satu negara terkorup di dunia.
Padahal kita selalu mengklaim dan membanggakan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, yang 90% penduduknya beragama Islam, agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, manusia paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT.
Padahal salah satu ajaran pokok dari junjungan kita Nabi besar Muhammad saw adalah memperbaiki akhlak, namun justru keseharian sebagian besar dari kita jauh dari akhlakul karimah (Ahlak yang terpuji).
Saya sangat yakin, bahwa orang yang taat beragama, pastilah sikap dan perilakunya baik dan pantas dijadikan teladan.
Klaim kita bahwa 90% penduduk Indonesia beragama Islam mengundang konsekwensi bahwa 90% pelaku ketidak tertiban, 90% koruptor, 90% pelaku hal-hal yang membuat negara kita semakin terpuruk tentulah beragama Islam.
Artinya, perilaku sebagian besar dari pemeluk agama (Islam) di negara kita ini masih jauh dari perilaku yang diajarkan oleh Rasulullah.

Masih pantaskah kita mengaku beragama (Islam) ?
Atau apa gunanya agama (Islam) yang kita peluk kalau ajaran yang sangat mulia tersebut seperti tidak menyentuh perilaku keseharian kita ?
Apakah kita beragama hanya agar kolom agama di KTP kita tidak kosong ?
Atau karena kebetulan kita dilahirkan oleh orang tua yang beragama (Islam) ?
Kalau ajaran Agama yang kita peluk sama sekali tidak tercermin dalam perilaku keseharian kita, lalu apa gunanya (ber) Agama ?

No comments: